Change Your Language

 
Showing posts with label Farmakologi. Show all posts
Showing posts with label Farmakologi. Show all posts

Waktu Menelan Obat

0 komentar
 Bagi kebanyakan obat waktu di telannya tidak begitu penting, yaitu sebelum atau sesudah makan. Tetatpi ada pula obat dengan sifat atau maksud pengobatan khusus guna menghasilkan efek maksimal atau menghindarkan efek samping tertentu.

 Sebenarnya penyerapan obat dari lambung yang kosong berlangsung paling cepat karena tidak dihalangi oleh isi usus, contoh :


  • Obat-obat yang diharapkan memberikan efek yang cepat sebaiknya ditelan sebelum makan, misalnya analgetika (kecuali asetosal).
  • Obat yang sebaiknya diberikan pada lambung kosong yakni 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan adalah Penisilin, Sefalosporin, Eritromysin, Rovamysin, Linkomisin, dsb.
  • Obat lain yang bersifat merangsang mukosa lambung harus digunakan pada waktu setelah makan, meskipun absorpsinya menjadi terhambat misalnya obat-obat kortikosteroid dan rematik, antidiabetika oral, garam-garam besi, obat cacing, dsb.







sumber : Buku Farmakologi Kelas X | Pilar Media
Read more...

Obat Paten dan Generik

0 komentar
 Obat paten atau spesialite adalah obat milik suatu perusahaan dengan nama khas yang dilindungi hukum dengan merk terdaftar atau proprietary name. Banyaknya obat paten dengan beraneka ragam nama yang setiap tahun dikeluarkan oleh industri farmasi dan kekacauan yang diakibatkannya telah mendorong WHO untuk menyusun Daftar Obat dengan nama-nama resmi.

 Official atau generik name (nama generik) ini dapat digunakan di semua negara tanpa melanggar hak paten obat bersangkutan. Hampir semua Farmakope sudah menyesuaikan nama obatnya dengan nama generik ini, karena nama kimia yang semula digunakan sering kali terlalu panjang atau tidak praktis. Dalam artikel atau postingan kali ini untuk jelasnya di bawah ini kami berikan beberapa contoh :

1.)Nama Kimia    :  Acidum Acetyl Salicylicum
    Nama Generik :  Asetosal
    Nama Paten     :  Aspirin (Bayer)
Read more...

Macam - Macam Sediaan Umum

0 komentar
 Menurut Farmakope Indonesia Edisi IV, macam-macam sediaan umum adalah sebagai berikut dan dapat dikategorikan dalam bentuk :

 1. Sediaan cair, misal nya :  Potio, suspensi, sirup, lotio, dll
 2. Sediaan semi padat, misal nya : Salep, cream, gel, dll
 3. Sediaan padat, misal nya : Kapsul, tablet, pil, supos, dll
 4. Sediaan lain, misal nya : Aerosol, inhaler, dll
Read more...

Regulasi Obat

0 komentar
Regulasi obat di Indonesia mengatur beredarnya obat dalam 5 kelompok :

1.) Obat daftar "G" dalam bahasa Belanda gevaarlijk artinya berbahaya, ditandai dot merah dengan huruf K

2.) Obat daftar "O" dari kata opium yakni golongan opiat yang sangat diawasi oleh pemerintah.

3.) Obat daftar "W" dalam bahasa Belanda waarcshuwing artinya peringatan yakni obat bebas terbatas, 
     penjualannya dibatasi hanya di apotek dan toko obat berijin, ditandai dot biru.

4.) Obat daftar "B" boleh dijual dimana saja ditandai dot hijau.

5.) Obat Tradisional ditandai dengan 3 kategori :
      a. Jamu, herbal dalam bentuk simplisia.
      b. Herbal berstandar bahan bakunya mempunyai standar tertentu.
      c. Fitofarmaka, herbal berstandar yang sudah mengalami uji klinik.

 Badan POM juga meregulasi bahan lainnya antara lain suplemen makanan seperti vitamin dan mineral, serta pangan fungsional yaitu makanan yang dianggap berfungsi menjaga kesehatan seperti serat, omega 3, dan omega 6.

 Juga dikenal Obat Wajib Apotek atau OWA yaitu obat daftar "G" yang boleh diberikan oleh apoteker pada pasien yang sebelumnya telah mendapatnya dari dokter, biasanya untuk penggunaan jangka panjang atau kondisi tertentu.

Berdasarkan keamanan penggunaan pada kehamilan dibagi dalam 5 kategori :
 1. Kategori A. Studi pembanding menunjukan tidak ada resiko.
 2. Kategori B. Studi tidak ada risiko pada manusia.
 3. Kategori C. Studi risiko tidak dapat disingkirkan.
 4. Kategori D. Studi bukti risikonya positif.
 5. Kategori X. Studi kontraindikasi pada kehamilan.









sumber : Buku Farmakologi kelas X | Pilar Media
Read more...

Farmakokinetika dan Farmakodinamika

0 komentar
Farmakokinetika

 Farmakokinetika adalah ilmu yang mempelajari proses obat yang di berikan kepada suatu makhluk, yaitu absorpsi, distribusi, biotransformasi, dan ekskresi.

Fase Farmakokinetika

adalah fase yang meliputi semua proses yang dilakukan tubuh, setelah obat dilepas dari bentuk sediaannya yang terdiri dari absorpsi, distribusi, metabolisme/biotransformasi dan ekskresi.


Farmakodinamika

 Farmakodinamika adalah ilmu yang mempelajari pengaruh obat terhadap sel hidup, organ atau makhluk.

Fase Farmakodinamika

adalah fase dimana obat telah berinteraksi dengan sisi reseptor dan siap memberikan efek.


Jadi, dapat disimpulkan bahwa farmakokinetika merupakan proses yang dilakukan tubuh terhadap obat ,dan farmakodinamika merupakan proses yang dilakukan obat terhadap tubuh.








sumber : Buku Farmakologi kelas X | Pilar Media
Read more...

Perkembangan Sejarah Obat

0 komentar
 Obat di deefinisikan sebagai senyawa zat, baik kimiawi ,hewani maupun nabati ,yang di gunakan dalam dosis yang tepat untuk menyembuhkan, meringankan atau mencegah penyakit berikut gejalanya ,juga untuk mendiagnosa penyakit/gangguan, atau menimbulkan kondisi tertentu.

 Kebanyakan obat yang di gunakan di masa lampau adalah obat yang berasal dari tanaman. Dengan cara mencoba-coba, secara empiris orang purba mendapatkan pengalaman dengan berbagai macam daun atau akar tumbuhan  untuk menyembuhkan penyakit.
     
 Obat yang pertama digunakan adalah obat yang berasal dari tanaman yang di kenal dengan sebutan obat tradisional (jamu). Hal ini dianggap kurang memuaskan, maka lambat laun ahli-ahli kimia mulai mencoba mengisolasi zat-zat aktif yang terkandung dalam tanaman sehingga menghasilkan serangkaian zat-zat kimia sebagai obat misalnya efedrin dari tanaman Ephedra vulgaris, atropin dari Atropa belladona, morfin dari Papaver somniverum ,dll.


 Pada abad 20 mulailah dibuat obat-obat sintesis misalnya asetosal, disusul kemudian dengan sejumlah zat-zat lainnya. Pendobrakan sejati baru tercapai dengan penemuan dan penggunaan obat-obat kemoterapetik sulfanilamid (1935) dan penisillin (1940). Penemuan-penemuan baru menghasilkan lebih dari 500 macam obat setiap tahunnya, sehingga obat-obat kuno semakin terdesak oleh obat-obat baru.





sumber : Buku Farmakologi kelas X | Pilar Media
Read more...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 

 
Copyright © 2013. Medica Farma - All Rights Reserved