Change Your Language

 

Cefixim

0 komentar

Komposisi
Cefixime kapsul 100 mg
Tiap kapsu mengandung Cefixime trihydrate setara dengan Cefixime.......100 mg
Cefixime sirup kering 100 mg/5mL
Tiap 5 mL suspensi mengandung Cefixime trihydrate setara dengan Cefixime...100 mg

Farmakologi
Aktivitas antibakteri
Cefixime memiliki spektrum antibakteri yang luas terhadap mikroorganisme gram-positif dan gram-negative. Dibandingkan dengan sediaan oral cephalosporin lain, cefixime khususnya memiliki aktivitas yang poten terhadap organisme gram-positif seperti Streptococcus sp, Streptococcus pneumoniae, dan gram-negatif seperti branhamella catarrhalis, Escherichia coli, proteus sp, Haemophillus influenzae. Cara kerjanya adalah sebagai bakterisidal. Cefixime sangat stabil dan memiliki aktiitas yang baik terhadap beta-laktamase yang dihasilkan banyak organisme.

Mekanisme Kerja
Cefixime menghambat sintesis dinding sel mikroorganisme. Cefixime memiliki afinitas yang tinggi untuk pembentukan protein penicillin, dengan tempat aktivitas yang bervariasi tergantung pada organismenya.

Farmakokinetik:
Konsentrasi serum
Pemberian Cefixime secara oral dengan dosis tunggal 50, 100, atau 20 mg pada orang dewasa sehat yang berpuasa, konsentrasi maksimum setelah 4 jam berturut-turut adalah: 0,69 ; 1,13 dan 1,95 mg/mL. Waktu paruh dalam serum antara 2,3 – 2,5 jam.
Pemberian cefixime secara oral dengan dosis 1,5 ; 3,0 atau 6 mg (potensi)/kg bb pada pasien anak-anak yang fungsi ginjal yang normal, maksimum konsentrasi serum setelah 3-4 jam berturut-turut adalah : 1,14 ;2,01 dan 3,97 mg/mL. Waktu paruh dalam serum adalah 3,2-3,7 jam. 

Penetrasi terhadap jaringan
Penetrasi ke dalam air liur, tonsil, jaringan mukosa sinus maksilaris, sekret telinga, cairan empedu, dan jaringan kantong empedu sangat baik.

Metabolisme
Tidak ditemukan metabolit antibakteri yang aktif pada serum manusia atau urin.

Eksresi
Cefixime terutama dieksresi melalui ginjal. Peningkatan eksresi urin (lebih dari 12 jam) setelah pemberian oral sediaan 50, 100 atau 200 mg , pada orang dewasa sehat yang berpuasa, sekitar 20-25%. Konsentrasi maksimum dalam urin berturut-turut adalah : 42,9 ;62,2 dan 82,7  mg/mL setelah 4-6 jam. Peningkatan eksresi urin (lebih dari 12 jam), setelah pemberian oral sediaan 1,5 ; 3,0 dan 6,0 mg/kg bb pada pasien anak-anak dengan fungsi ginjal yang normal, sekitar 13-20%

Indikasi
Cefixime diindikasikan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh miroorganisme sebagai berikut:
Infeksi saluran urin tanpa komplikasi yang disebabkan oleh Escherichia coli dan Proteus mirabillis.

Otitis media yang disebabkan oleh Haemophillus influenzae (beta-laktamase strain positif dan negatif), moraxella (Branhamella) catarrhalis (umumnya yang termasuk beta-laktamase strain positif) dan Streptococcus pyogenes.

Faringitis dan tonsillitis yang disebabkan oleh Streptococcus pyogenes.

Bronkhitis akut dan eksaserbasi akut bronkhitis kronik yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae dan Haemophillus influenzae (beta-laktamase strain negatif dan positif).

Pengobatan demam tifoid pada anak dengan multi-resisten terhadap pengobatan standar.

Dosis dan cara pemberian
Untuk orang dewasa dan anak dengan berat badan, > 30 kg : dosis yang dianjurkan adalah 50-100 mg (potensi), 2 kali sehari. Dosis harus disesuaikan dengan umur, berat badan dan kondisi pasien. Pada infeksi yang berat atau dapat berinteraksi, dosis dapat ditingkatkan menjadi 200 mg (potensi), 2 kali sehari.

Cefixime suspensi 100 mg (potensi) : dosis umum untuk anak-anak adalah 1,5 - 3 mg (potensi)/kg, 2 kali sehari. Dosis harus disesuaikan terhadap kondisi pasien. Untuk infeksi yang berat atau dapat berinteraksi, dosis dapat ditingkatkan menjadi 6 mg (potensi)/kg, 2 kali sehari.

Pada anak-anak, otitis media harus diobati dengan sediaan suspensi. Studi klinik pada otitis media menunjukkan bahwa pada pemberian dosis yang sama, sediaan suspensi memberikan hasil kadar puncak dalam darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan sediaan tablet. Oleh karena itu pada pengobatan otitis media pengoabatan dengan sediaan suspensi tidak boleh diganti dengan sediaan tablet.

Demam tifoid pada anak-anak : 10-15 mg/kg/hari selama 2 minggu.

Pasien dengan kerusakan fungsi ginjal memerlukan modifikasi dosis tergantung pada tingkat kerusakan. Apabila bersihan kreatinin antara 21-60 mg mL/min atau pasien mendapat terapi hemodialisa, dosis yang dianjurkan adalah 75% dari dosis standar (misalnya 300 mg sehari). Apabila bersihan kreaatinin kuran dari 20 mL/min atau pasien mendapat terapi rawat jalan peritonial dialisaberkelanjutan, dosis yang dianjurkan adalah 50% dari dosis standar (misalnya 200 mg perhari).

Pada kasus overdosis
Lakukan pengosongan lambung karena tidak ada antidot yang spesifik. Cefixime tidak dapat dihilangkan dari sirkulasi dalam jumlah yang signifikan oleh proses hemodialisa atau peritoneal dialisa.

Perhatian
Reaksi hipersensitivitas seperti syok dapat terjadi.

Berikan dengan hati-hati pada :

Pasien dengan riwayat hipersensitif terhadap penicillin.
Pasien dengan riwayat hipersensitif pribadi atau keluarga, seperti : asma bronkhial, ruam kulit dan urtikaria.
Pasien dengan kerusakan ginjal yang serius.
Pasien dengan nutrisi oral yang rendah, pasien yang mendapat nutrisi parenteral, pasien usia lanjut atau pasien dengan keadaan lemah, pengamatan yang teliti perlu dilakukan pada pasien dengan gejala defisiensi Vitamin K.

Pemberian pada wanita hamil dilakukan hanya bila manfaat lebih besar dibandingkan resikonya.

Pada wanita yang menyusui, harus dipertimbangkan untuk melakukan penghentian terapi, karena cefixime dieksresikan pada air susu.

Manfaat dan keamanan pemberian obat pada anak usia kurang dari 6 bulan, bayi baru lahir, dan bayi prematur belum ada data.

Efek samping:
Syok
Pemberian obat harus berhati-hati karena gejala syok dapat terjadi, walaupun jarang jika ada gejala yang berhubungan seperti perasaan tidak sehat, rasa tidak nyaman pada ronggamulut, suara pernafasan yang keras, pening, keinginan buang air besar yang tidak normal, tinnitus atau diaforesis terjadi, pemberian obat harus segera dihentikan.

Hipersensitivitas
Jika timbul gejala hipersensitivitas seperti ruam kulit, urtikaria, eritema, pruritus atau demam, pemberian obat harus dihentikan dan dilakukan tindakan perlu.

Hematologi
Granulositopenia atau eosinofilia kadang-kadang dapat terjadi. Trombositopenia jarang terjadi. Pemberian obat harus dihentikan jika ditemukan gejala abnormalitas. Dilaporkan pernah terjadi anemia hemolitik pada pemberian cehphem lainnya.

Hati
Kadang-kadang terjadi peningkatan GOT, GPT atau alkaline phosphatase.

Ginjal
Monitoring berkala fungsi ginjal disarankan untuk dilakukan karena kerusakan ginjal yang serius seperti insufisiensi ginjal akut dapat terjadi. Jika ditemukan gejala abnormalitas, hentikan pemberian obat dan lakukan tindakan yang perlu.

Sistem pencernaan
Jarang terjadi colitis serius, seperti colitis pseudomonas, yang ditandai adanya darah pada feses. Nyeri abdominal atau sering diare memerlukan penanganan segera termasuk muntah, diare, nyeri perut, rasa tidak enak di perut, rasa terbakar atau anoreksia, mual, kembung dan konstipasi dapat terjadi.

Pernafasan
Jarang terjadi intestitial pneumonia atau gejala PIE, yang ditandai dengan demam, batuk, dispnea, x-ray rongga dada yang abnormal. Jika timbul gejala, hentikan segera pemberian obat, lakukan tindakan yang perlu seperti pemberian hormon adrenokortikal.

Perubahan flora bakteri
Jarang terjadi stomatitis dan candidiasis.

Defisiensi vitamin
Jarang terjadi defisiensi Vitamin K (seperti hypotrombinemia atau kecendrungan perdarahan) atau kelompok Vitamin B (seperti glositis, stomatitis, anoreksia atu neuritis).

Lain-lain
Jarang terjadi sakit kepala atau pusing.
Dilaporkan penelitian pada bayi tikus yang diberi 100 mg/kg bb/hari secara oral, mengurangi spermatogenesis.

Pengaruh terhadap nilai laboratorium
Hasil positif palsu dapat terjadi pada test gula urin dengna larutan Benedict’s, larutan fehling dan Clinitest, Positif palsu belum pernah dilaporkan pada penggunaan Testape.
Direct Coombs test positif dapat terjadi.

Kontraindikasi
Pasien dengan riwayat syok atau hipersensitivitas yang disebabkan oleh komponen dalam obat.




Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 

 
Copyright © 2013. Medica Farma - All Rights Reserved