Change Your Language

 

Macam - Macam Sediaan Umum

0 komentar
 Menurut Farmakope Indonesia Edisi IV, macam-macam sediaan umum adalah sebagai berikut dan dapat dikategorikan dalam bentuk :

 1. Sediaan cair, misal nya :  Potio, suspensi, sirup, lotio, dll
 2. Sediaan semi padat, misal nya : Salep, cream, gel, dll
 3. Sediaan padat, misal nya : Kapsul, tablet, pil, supos, dll
 4. Sediaan lain, misal nya : Aerosol, inhaler, dll
Read more...

Regulasi Obat

0 komentar
Regulasi obat di Indonesia mengatur beredarnya obat dalam 5 kelompok :

1.) Obat daftar "G" dalam bahasa Belanda gevaarlijk artinya berbahaya, ditandai dot merah dengan huruf K

2.) Obat daftar "O" dari kata opium yakni golongan opiat yang sangat diawasi oleh pemerintah.

3.) Obat daftar "W" dalam bahasa Belanda waarcshuwing artinya peringatan yakni obat bebas terbatas, 
     penjualannya dibatasi hanya di apotek dan toko obat berijin, ditandai dot biru.

4.) Obat daftar "B" boleh dijual dimana saja ditandai dot hijau.

5.) Obat Tradisional ditandai dengan 3 kategori :
      a. Jamu, herbal dalam bentuk simplisia.
      b. Herbal berstandar bahan bakunya mempunyai standar tertentu.
      c. Fitofarmaka, herbal berstandar yang sudah mengalami uji klinik.

 Badan POM juga meregulasi bahan lainnya antara lain suplemen makanan seperti vitamin dan mineral, serta pangan fungsional yaitu makanan yang dianggap berfungsi menjaga kesehatan seperti serat, omega 3, dan omega 6.

 Juga dikenal Obat Wajib Apotek atau OWA yaitu obat daftar "G" yang boleh diberikan oleh apoteker pada pasien yang sebelumnya telah mendapatnya dari dokter, biasanya untuk penggunaan jangka panjang atau kondisi tertentu.

Berdasarkan keamanan penggunaan pada kehamilan dibagi dalam 5 kategori :
 1. Kategori A. Studi pembanding menunjukan tidak ada resiko.
 2. Kategori B. Studi tidak ada risiko pada manusia.
 3. Kategori C. Studi risiko tidak dapat disingkirkan.
 4. Kategori D. Studi bukti risikonya positif.
 5. Kategori X. Studi kontraindikasi pada kehamilan.









sumber : Buku Farmakologi kelas X | Pilar Media
Read more...

Farmakokinetika dan Farmakodinamika

0 komentar
Farmakokinetika

 Farmakokinetika adalah ilmu yang mempelajari proses obat yang di berikan kepada suatu makhluk, yaitu absorpsi, distribusi, biotransformasi, dan ekskresi.

Fase Farmakokinetika

adalah fase yang meliputi semua proses yang dilakukan tubuh, setelah obat dilepas dari bentuk sediaannya yang terdiri dari absorpsi, distribusi, metabolisme/biotransformasi dan ekskresi.


Farmakodinamika

 Farmakodinamika adalah ilmu yang mempelajari pengaruh obat terhadap sel hidup, organ atau makhluk.

Fase Farmakodinamika

adalah fase dimana obat telah berinteraksi dengan sisi reseptor dan siap memberikan efek.


Jadi, dapat disimpulkan bahwa farmakokinetika merupakan proses yang dilakukan tubuh terhadap obat ,dan farmakodinamika merupakan proses yang dilakukan obat terhadap tubuh.








sumber : Buku Farmakologi kelas X | Pilar Media
Read more...

Farmakognosi

0 komentar
 Farmakognosi adalah ilmu yang mempelajari pengetahuan dan pengenalan obat yang berasal dari tanaman dan zat-zat aktifnya, begitu pula yang berasal dari mineral dan hewan.

 Pada zaman obat sintetis seperti sekarang ini, peranan ilmu farmakognosi sudah sangat berkurang. Namun pada dasawarsa terakhir peranannya sebagai sumber untuk obat-obat baru berdasarkan penggunaannya secara empiris telah menjadi semakin penting. Banyak phytoterapeutika baru telah mulai digunakan lagi (Yunani ; phyto = tanaman), misalnya tingtura echinaceae (penguat daya tangkis), ekstrak Ginko biloba (penguat memori), bawang putih (antikolesterol) ,dan masih banyak lagi. Walaupun penggunaan obat herbal sebelum nya sempat berkurang ,tetapi kini orang-orang sudah mulai kembali menggunakan obat-obat herbal sebagai alternatif pengobatan.








sumber : Buku Farmakologi kelas X | Pilar Media
Read more...

Perkembangan Sejarah Obat

0 komentar
 Obat di deefinisikan sebagai senyawa zat, baik kimiawi ,hewani maupun nabati ,yang di gunakan dalam dosis yang tepat untuk menyembuhkan, meringankan atau mencegah penyakit berikut gejalanya ,juga untuk mendiagnosa penyakit/gangguan, atau menimbulkan kondisi tertentu.

 Kebanyakan obat yang di gunakan di masa lampau adalah obat yang berasal dari tanaman. Dengan cara mencoba-coba, secara empiris orang purba mendapatkan pengalaman dengan berbagai macam daun atau akar tumbuhan  untuk menyembuhkan penyakit.
     
 Obat yang pertama digunakan adalah obat yang berasal dari tanaman yang di kenal dengan sebutan obat tradisional (jamu). Hal ini dianggap kurang memuaskan, maka lambat laun ahli-ahli kimia mulai mencoba mengisolasi zat-zat aktif yang terkandung dalam tanaman sehingga menghasilkan serangkaian zat-zat kimia sebagai obat misalnya efedrin dari tanaman Ephedra vulgaris, atropin dari Atropa belladona, morfin dari Papaver somniverum ,dll.


 Pada abad 20 mulailah dibuat obat-obat sintesis misalnya asetosal, disusul kemudian dengan sejumlah zat-zat lainnya. Pendobrakan sejati baru tercapai dengan penemuan dan penggunaan obat-obat kemoterapetik sulfanilamid (1935) dan penisillin (1940). Penemuan-penemuan baru menghasilkan lebih dari 500 macam obat setiap tahunnya, sehingga obat-obat kuno semakin terdesak oleh obat-obat baru.





sumber : Buku Farmakologi kelas X | Pilar Media
Read more...

Farmakognosi "Simplisia CORTEX"

0 komentar

CORTEX
NoNama SimplisiaNama LainNama Tanaman AsalZat BerkhasiatPenggunaan
1ALSTONIAE CORTEXKulit PuleAlstonia scholarisAlstoninaAntipiretik ,Stomakik,
Antidiabet ,Anthelmintik
2ALYXIAE CORTEXPulasariAlyxia reindwardtiiKumarinAromatika ,Karminativa
Antipiretika
3PARAMERIAE CORTEXKulit Kayu RapatParameria laevigataTaninAdstringensia
4BURMANI CORTEXKulit Kayu Manis PadangCinnamomum BurmaniSinamil aldehid,Diaforetik ,Anti Iritansia
Sinamil AsetatKarminativa , Aromatika
5CINNAMOMI CORTEXKulit Kayu ManisCinnamomumSinamilaldehidaKarminativa
zeylanicum
6LITSEAE CORTEXKulit KrangeanLitsea cubebaSitral ,LimonenKarminativ ,Spasmolitik
Stomakik
7CINCHONAE CORTEXKulit KinaCinchona succirubraAlkaloida Kinina ,Antipiretika, Amara,Antimalaria
Sinkonina, Sinkodina,
Kinidin
8GRANATI PERCARPIUMKulit Buah DelimaPunica granatumTanin ,PeletrinaAdstringen usus ,
Antidiare,Anthelmintika
9SYMPLOCY CORTEXKulit SariawanSymplocos GlukosidaAntisariawan
odoratissimasymplokosin
10SYZYGII JAMBOLANI CORTEXKulit JamblangSyzygium jambolanumJambulol ,jambolisinAdstringen,O.Diabetes,
Emenagoga
Read more...

Farmakognosi "Simplisia RADIX"

0 komentar
RADIX     
No.Nama SimplisiaNama LainNama Tanaman AsalZat BerkhasiatPenggunaan
1CATHARANTHI RADIXAkar Tapak DaraCatharanthus roseusVindesin ,Vinkristin,Emenagoga ,O.Diabetes,
    VinblastinO.Kanker (Darah)
2RAUWOLFIAE SERPENTINAE RADIXAkar PulepandakRauwolfia serpentinaSerpentina,reserpinaAntihipertensi ,
     Neuropsikhiatrik
3DERRIDIS RADIXAkar TubaDerris EllipticaRotenonRacun [Panah,ikan] ,
     Skabicida,Insektisida
4GLYCYRRHIZAE RADIXAkar ManisGlycyrrhiza glabraGlisirizinEkspektoran, Pengisi/
     Pembalut Pil (akar serbuk)
5EURYCOMAE RADIXAkar PasakbumiEurycoma longifoliaEurikomolakton ,Diuretika ,Antipiuretika,
    EurikomanolAprodisiaka
6IPECACUANHAE RADIXAkar MuntahCephaelis ipecacuanhaAlkaloid EmetinaJml Kecil : Amara
     Jml Sedang : Ekspektoran
     Jml Besar : Emetika
7PANACIS RADIXGinsengPanax ginsengGinsengnosidaAmara,Stimulansia,
     Aprodisiaka
8RHEI RADIXKelembakRheum officinaleRhein ,Aloe emodin,Laksativa ,Antispasmodik
    Asam krisofanatAntipiuretika
9VALERIANAE RADIXAkar ValerianValeriana officinalisValerianinSedativa
10VETIVERIAE RADIXAkar WangiVetiveria zizanoidesVetiverat ,Vetiven,Aromatika ,Diaforetika
    Vetiveron
Read more...
0 komentar
Blog ini akan membantu anda semua untuk mengetahui informasi dan pembahasan tentang pelajaran-pelajaran ke farmasian ,,anda juga bisa berdiskusi di blog ini. Saya mohon kerja sama nya. Terima Kasih
Read more...

TETES TELINGA ERLAMYCETIN CHORAMPHENICOL

0 komentar

Komposisi
ERLAMYCETIN tetes telinga mengandung Chloramphenicol base 1% dalam larutan tetes telinga.

Cara Kerja Obat
Chloramphenicol adalah antibiotika spektrum luas, bekerja sebagai bakteriostatik terhadap beberapa spesies, dan pada keadaan tertentu bekerja sebagaibakterisida.

Indikasi
Infeksi superfisial pada telinga luar oleh bakteri gram positif atau gram negatif yang peka terhadap chloramphenicol.

Kontraindikasi
1.      Bagi penderita yang sensitif terhadap Chloramphenicol.
2.      Perforasi membran timpani.

Cara Pemakaian
Teteskan kedalam lubang telinga 2 – 3 tetes, 3 kali sehari. Atau menurut petunjuk dokter.

Kemasan
Botol @ 10 ml.

Peringatan dan Perhatian
1.      Hindarkan penggunaan jangka panjang karena dapat merangsang hipersensitivitas  dari superinfeksi oleh kuman yang resisten.
2.      Obat tetes ini hnya bermanfaat untuk infeksi yang sangat superfisial. Infeksi yang dalam memerlukan terapi sistemik.

Efek Samping
Iritasi lokal seperti gatal, rasa panas, dermatitis vesikuler dan mokulopapular.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Read more...

INERSON® Salep Preparat Kortikosteroid Untuk Kulit

0 komentar

Komposisi
Tiap gram salep mengandung
Desoximetasone         2,5 mg

Khasiat
INERSON® mengandung Desoximetasone, suatu kortikosteroid yang mempunyai khasiat sebagai antiflogistik, antipuritik.

Indikasi
Berbagai macam eksema, dermatitis dan psoriasis.

Kontraindikasi
1.      Penderita yang hipersensitif terhadap Desoximetasone.
2.      Reaksi kulit terhadap vaksinasi, T.B.C kulit.
3.      Penyakit kulit karena virus

Efek Samping
Pada pengobatan jangka panjang dengan preparat yang mengandung kortikosteroid, dapat timbul gejala – gejala hipopigmentasi, atropi kulit dan stria.
Kadangkala juga terjadi iritasi kulit seperti rasa gatal dan rasa panas.

Peringatan Dan Perhatian
1.      Cegah penggunaan pada mata
2.      Hindari pemakaian yang luas ata lama pada kehamilan.
3.      Bila terjadi reaksi iritasi, hentikan pengobatannya.
4.      Pengobatan pada daerah kulit yang luas dan/atau jika digunakan dalam waktu yang lama, dapat timbul efek sistemik yang disebabkan oleh penyerapan kortikosteroid melalui kulit.

Aturan Pakai
Oleskan tipis – tipis, sehari 2-3 kali pada tempat yang gatal, lalu gosok secara merata.

Kemasan
Tube berisi 15 g netto
Reg. No. : DKL8817605230A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

SIMPAN DIBAWAH SUHU 300 C
TERLINDUNG DARI CAHAYA
JANGAN DISIMPAN DALAM LEMARI PEMBEKU

Diproduksi oleh:
PT. Interbat
Jl. H.R.M Mangundiprojo no.1
Buduran, Sidoarjo-61252
Jawa Timur, Indonesia
Read more...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 

 
Copyright © 2013. Medica Farma - All Rights Reserved